Batam, 28 Oktober 2025 – Di tengah hiruk pikuk kota Batam, semangat persatuan dan nasionalisme membara di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hang Nadim. Untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, seluruh siswa dan siswi sekolah tersebut tidak hanya berbaris dan mendengarkan pidato, namun aktif terlibat dalam serangkaian perlombaan kreatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur para pemuda di tahun 1928.
Sejak pagi, suasana sekolah sudah dipenuhi energi dan antusiasme. Perlombaan yang digelar bukan sekadar kompetisi, melainkan media bagi para siswa untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap tanah air dan mengenang jasa pahlawan.
🎨 Mengenang Pahlawan
Salah satu lomba yang paling menarik perhatian adalah Lomba Melukis Wajah Pahlawan Nasional. para peserta duduk dengan fokus, berusaha menorehkan karisma dan keberanian para tokoh bangsa.
Melalui sapuan warna, wajah-wajah tegas seperti Jenderal Sudirman, Cut Nyak Dien, dan Bung Tomo kembali hadir, seolah-olah mengawasi generasi penerus yang sedang berjuang di era modern. Lomba ini mengajarkan siswa bahwa mengenang pahlawan tidak hanya lewat buku sejarah, tetapi juga melalui apresiasi seni yang mendalam.
✍️ Menggali Rasa dalam Puisi
Di sudut lain, terdengar suara-suara lantang dan penuh penghayatan dari para peserta Lomba Menulis Puisi dan Membacanya. Para siswa diberikan kesempatan untuk merangkai kata-kata indah yang berisi janji kesatuan, harapan masa depan, dan kecintaan pada Indonesia.
Setelah proses menulis yang hening dan intens, mereka tampil di depan dewan juri dan teman-teman, membacakan karya mereka dengan intonasi yang menggugah jiwa. Setiap baris puisi yang dibacakan menjadi refleksi dari tiga ikrar Sumpah Pemuda: satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.
📣 Membakar Semangat dengan Yel-Yel dan Lagu Daerah
Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat kompetisi Membuat Yel-Yel dan Menyanyikan Lagu Tradisional dimulai. Setiap kelompok siswa MTs Hang Nadim tampil bersemangat, menunjukkan kekompakan dan kreativitas mereka.
Yel-yel yang diciptakan penuh dengan semangat persatuan, mengajak teman-teman untuk bangga menjadi bagian dari Indonesia. Sementara itu, saat menyanyikan lagu-lagu tradisional—mulai dari ‘Yamko Rambe Yamko’ hingga ‘Soleram’—mereka tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga merayakan keberagaman suku dan daerah yang dipersatukan oleh bahasa dan tanah air yang sama.
Kegiatan ini membuktikan bahwa siswa-siswi MTs Hang Nadim Batam tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sejarah dan semangat nasionalisme yang tinggi. Peringatan Sumpah Pemuda 2025 ini menjadi pengingat yang kuat bahwa masa depan bangsa ada di tangan para pemuda yang kreatif, bersatu, dan bersemangat